Perkembangan mobile technology saat ini sangat majemuk, berbagai platform tersedia di pasar diantaranya iOS, Android, BB10, Tizen, Windows Mobile, FirefoxOS dan masih banyak lainnya. Masing masing platform mempunyai bahasa pemrograman nya sendiri sendiri. iOS dengan Objective C, Android/BB10 dengan Java, Windows Mobile dengan .NET. Aplikasi yang dibuat berdasarkan bahasa nya masing masing disebut juga dengan native mobile application development.

Banyak sekali perusahaan perusahaan besar dan kecil yang membutuhkan mobile application untuk berbagai macam platform agar dapat mencapai pasar yang lebih luas. Bagi perusahaan besar maupun kecil, masalah dasar yang menghambat perkembangan mobile application di berbagai macam platform adalah begitu banyak nya platform dan bahasa pemrograman yang harus dikuasai. Seringkali perusahaan hanya dapat membuat 1 aplikasi untuk 1 platform dan membutuhkan waktu yang lama sebelum perusahaan tersebut dapat membuat aplikasi yang sama di platform yang berbeda.

Di dunia cross platform mobile application development terdapat 2 macam pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemajemukan mobile technology. Yang pertama adalah hybrid technology dimana aplikasi yang dibuat, ditulis dengan JavaScript dan HTML5. Aplikasi tersebut lalu dibungkus dalam web browser object. Jadi pada dasarnya aplikasi yang kita lihat adalah aplikasi “web browser” yang mempunyai website lokal yang tampilan nya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai native application. Beberapa vendor yang menawarkan teknologi ini diantaranya adalah Adobe PhoneGap, Cordova, Xamarin, CoronaLabs.

Yang kedua adalah Appcelerator. Appcelerator yang memiliki kantor pusat di Mountain View, California menawarkan produk cross platform yang berbeda. Platform nya yang dinamakan Titanium mengharuskan programmer untuk menulis code dengan JavaScript. Di backend API Titanium, terdapat mekanisme yang mencocokan JavaScript code dengan native API misalnya Objective C untuk iOS dan Java untuk Android. Ketika aplikasi di jalankan, Appcelerator mempertahankan JavaScript runtime sehingga code yang ditulis menggunakan JavaScript dapat berbicara langsung dengan komponen komponen API dasar pada platform yang dituju. Inilah perbedaan yang kontras sekali dengan hybrid technology karena Appcelerator tidak menggunakan web browser object sebagai pembungkus aplikasi.

Selanjutnya kami akan mengulas Appcelerator Titanium SDK lebih lanjut dengan menampilkan beberapa sample JavaScript code yang dapat dengan mudah untuk dimengerti.

Ada pertanyaan lebih lanjut tentang Appcelerator ? silahkan comment dibawah ini!

Definisi Appcelerator Titanium
Tagged on:                 
  • arthanjonar

    baru belajar Appcelarator. keep sharing ya

  • Danang Iswadi

    Ok

  • Rudi Sagitarius

    Sebelumnya saya menggunakan eclipse untuk android developer, apakah project tersebut nantinya bisa di import ke Appcelerator ? Jika Ya, dimana saya bisa melihat contoh import project dari eclipse ke appcelerator ? Jika Tidak, Haruskah saya menulis ulang program dari awal ? Jika tidak, apa yang harus saya lakukan di appcelerator terkait project dari eclipse tersebut ?. thx master…

  • ardiwine

    Hi Rudi, kalau untuk migrate dari native java android project itu harus ditulis ulang kalau mau migrate ke Appcelerator. Karena Titanium itu menggunakan JavaScript. Tetapi nanti kalau Rudi akan buat custom module, memang tetap bisa menggunakan Android Java yang di wrap dengan Titanium module API supaya dari Java based module bisa langsung bicara dengan JavaScript nya.